Rabu, 31 Desember 2008
Eropah Dingin Belanda Menggigil
Oleh: Hamus Rippin.
http://www.asiabersama.com
http://www.formulabisnis.com
Uuuhuuu huuu huuu, dinginnya..... Rasa-rasanya tak mau keluar pintu, tetapi bagaimana bisa, .... masih hidup, keperluan untuk kelanjutan hidup lebih banyak berada diluar rumah.
Jelang dua minggu terakhir Eropah dilanda dingin, dingin kering. Dingin seperti ini sudah puluhan tahun tidak terjadi lagi. Orang di Belanda menjuluki dingin yang demikian ‘killekoud’. Dingin yang kering demikian terjadi apabila arah angin dari Timur. Angin melalui dataran Eropah Timur, dari arah Siberia-Rusia yang tidak membawah curah air yang turun pada saat panas selaku hujan, menjadi salju pada musim dingin. Tidak ada salju turun, jadi dinginnya kering.
Orang-orang di Belanda dimana saja mereka bertemu dan mereka berkumpul, weer atau suhu-udara turut jadi omongan, mereka hampir tidak luput menyinggung hal dingin yang terjadi. Dengan kaus tangan dan pet atau tutup kepala menutup sampai daun telinga, syal, semacam selendang woll membalut leher, air mata dan ingus meleleh ke bawa jalan diluar atau bersepeda diluar rumah. Duduk dalam oto sementara masih lumayan karena ada alat pemanas.
Seandainya ada daya manusia untuk menentang hukum alam, yang sudah ditetapkan Allah melalui suhu-udara atau klimat, tentu disaat seperti sekarang ini, dengan suhu yang demikian keadaannya mereka akan berusahalah mengatasinya, menusia akan berusaha meringankan perasaan dingin yang dirasakan ini.
Memang manusia berusaha untuk memanaskan lingkungan terdekatnya, lingkungan yang sangat terbatas dengan menggunakan alat pemanas, disatu pihak, tetapi dilain pihak ada juga timbal baliknya. Dengan membakarnya alat pemanas sepanjang waktu dingin, akan mengguras isi saku. Karena alat pemanas yang memanaskan ruangan, dinyalakan oleh gas, dimana sepanjang alat ini melakukan fungsinya, membakar dan panas, artinya uang keluar untuk membayar gas.
Sampai saat ini, menjelang pergantian tahun, belum terlihat tanda-tanda akan jatuhnya salju. Karena salju jatuh berarti menyurutkan rasa dingin yang mencekam perasaan. Bukan sampai disini saja, kalau dingin menggigilkan perasaan ini, apabila berlanjutan akan membawa akibat fatal kepada orang-orang yang daya tahun tubuhnya tidak sanggup lagi, utamanya kepada orang-orang jempok, kapan mereka bersentuhan dengan dingin.
Disatu pihak merasa tersiksa, di pihak lain merasa senang. Dingin yang sangat mencekam perasaan banyak orang ini, yang menyebabkan banyak orang mengumpat dan mengeluh dengan berbagai kata. Namun pencinta sciting atau yang disebut di belanda schatsen sudah mempersiapkan diri untuk bertanding pada es natura. Artinya kanal-kanal yang sudah membeku airnya jadi esalamiah.
Hal semacam ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh panitia perlombaan sciting di es natura. Panitia perlumbaan es natura sebelas kota di Belanda Utara, yang dikenal didunia dengan sebutan ‘elfsteden-schatsen’ tinggal menunggu peningkatan kwalitas es. Dimaksudkan karena es yang ada sekarang masih tipis, belum tahun getaran. Masih membutuhkan dingin berlanjutan agar meningkat tebalnya, sekitar rata-rata 2 cm tiap malam.
Tetapi buat orang-orang kebanyakan di Belanda, tidak mau ambil pusing pendapat dari penggemar es natura. Mereka ingin secapat mungkin dingin yang menimpa mereka ini, cepat dapat berlalu. Hingga air mata, ingus yang sudah beberapa hari meleleh setiap mereka berada diluar rumah akan berlalu.*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar